business scholol
23:19 | Author: Unknown

Intisari Business School, Robert Kiyosaki

Dulu, ketika era industri dimulai, orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang kuet, ulet dan disiplin. Sebutlah nama Henry Ford, Rockefeller, Soichiro Honda, mereka adalah orang-orang kuat yang dengan keuletan dan kedisiplinan bisa mencapai kesuksesan. Bagaimanapun dunia akhirnya berubah. Tibalah saat waralaba (franchise) menguasai pasar. Coba anda tebak jika anda bisa membuat hamburger paling enak di dunia dan anda membuka kedai hamburger di sebelah rumah makan McDonald’s, mana yang akan menang bersaing? Tentu McDonald’s! Itulah kekuatan waralaba. Yang kuat, ulet dan disiplin, tetapi bekerja sendirian bagaimanapun akan terkalahkan oleh satu sistem jaringan waralaba. Jaringan adalah kunci sukses dalam bisnis saat ini. Sebagus apapun produk yang anda punya, haruslah ada jaringan yang dapat memasarkannya.

Masalahnya, tidak semua orang dapat menjalankan bisnis waralaba mengingat modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis ini sangat besar, setidaknya perlu 1 juta dolar untuk memulai membuka waralana McDonald’s. Maka berkembanglah sistem pemasaran baru yaitu waralaba pribadi atau yang lebih dikenal dengan network marketing, pemasaran jaringan. Dalam network marketing, kita juga membangun jaringan. Bahkan jaringan yang kita bangun akan berkembang lebih cepat karena modal untuk masuk network marketing sangat kecil dibandingkan peluang penghasilan yang ditawarkan, dan relatif terjangkau semua orang. Jika semua orang memahami dengan lebih dalam apa itu network marketing, mereka akan mempertimbangkan masak-masak sebelum menolak bergabung dengan atau bahkan meremehkan bisnis network marketing.

Banyak orang mengasumsikan bahwa network marketing identik dengan berjualan, dan mereka tidak salah karena ada juga perusahaan network marketing yang mengarahkan para distributornya menjadi penjual (sales) bagi produknya. Kalau demikian halnya, distributor tetap merupakan orang-orang kuadran kiri, yang bekerja untuk mendapatkan uang, bukan bekerja keras untuk membangun asset. Padahal network marketing murni mengajak distributornya menjadi orang-orang yang bekerja di kuadran kanan. Distributor network marketing diajak menjadi konsumen bagi produknya dan mengajak orang lain di jaringannya menjadi konsumen juga. Dalam network marketing, orang-orang bekerja keras membangun asset, dalam hal ini jaringan, hingga suatu saat asset itu akan bekerja untuk mereka. Agar lebih jelas tentang kuadran kiri dan kanan, silakan anda baca buku Cashflow Quadrant, Robert T Kiyosaki.

Berada di kuadran kanan berarti asset bekerja untuk kita, sehingga kita bukan hanya akan mendapatkan kebebasan uang tetapi juga waktu. Uang dan waktu yang diperoleh dari bisnis di kuadran kanan adalah modal untuk berinvestasi, dan investasi menghasilkan uang. Begitu seterusnya hingga orang-orang di kuadran kanan memiliki potensi penghasilan yang tidak terbatas. Itulah yang ditawarkan oleh bisnis network marketing.

Jika begitu nikmatnya orang-orang di kuadran kanan, mengapa pula tidak banyak orang yang berada di sana? Tidak lain karena untuk berpindah ke kuadran kanan harganya mahal, yang jauh lebih mahal daripada uang. Perlu perubahan mental, emosional, spiritual, dan fisik. Membutuhkan waktu untuk menjalani prosesnya. Dalam proses perubahan itu pasti terjadi kegagalan, keraguan, kehilangan kepercayaan pada diri sendiri, keputusasaan, kehilangan banyak uang sebelum akhirnya berhasil. Tidak semua orang akan sanggup melewati proses itu. Tidak semua orang rela mengalaminya.

Beruntung orang-orang yang bergabung dengan network marketing. Perubahan mental, emosional, spiritual, dan fisik yang memang harus dijalani, dialami tanpa perlu biaya dan resiko yang besar! Selain itu, ada pendidikan, dukungan dan bimbingan dari support system yang membantu dalam proses pengembangan diri itu. Maka Robert Kiyosaki mengatakan, sebelumnya tidak pernah ada cara yang begitu mudahnya untuk menjadi kaya, semudah menjalani network marketing.

Tetapi, mengapa banyak pula orang yang gagal dalam network marketing, seperti dalam bisnis yang lain? Ini disebabkan mereka masih berjiwa seperti orang-orang di kuadran kiri. Orang di kuadran kiri bekerja untuk mendapatkan uang, artinya segera setelah bekerja mereka ingin langsung dibayar. Sedangkan di bisnis network marketing, pada awalnya tentu saja uang yang diperoleh masih sangat kecil dibandingkan usaha yang telah dikeluarkan. Karena itu mereka segera putus asa, berhenti, dan menyebarkan segala keburukan network marketing sebagai pembenaran atas kegagalan mereka. Mereka lupa atau mungkin tidak tahu bahwa menjalankan network marketing adalah menjalankan bisnis di kuadran kanan. Di sini kita harus memfokuskan diri untuk membangun asset terlebih dahulu, membangun jaringan, bukan uang. Segera setelah jaringan terbentuk, uang otomatis akan mengalir. Dan membangun jaringan bukan hanya sekedar menjual produk ataupun merekrut orang. Seperti yang telah diulas di atas, kita sendiri harus mengubah diri. Mengubah diri secara mental, emosional, spiritual, dan fisik. Dan proses pengubahan atau pengembangan diri ini hanya bisa terjadi lewat proses pendidikan. Bukan sekedar pendidikan, menurut Kiyosaki, yang dibutuhkan adalah pendidikan yang mengubah hidup. Pendidikan yang ibaratnya dapat mengubah ulat menjadi kupu-kupu.

Kabar baiknya adalah, pendidikan itu telah tersedia. Dalam network marketing yang baik, disediakan support system yang membantu distributornya untuk mendapatkan pendidikan yang mengubah hidup tersebut. Berbagai pertemuan diadakan. Di pertemuan kita bisa belajar cara prospek, belajar sikap untuk pengembangan diri, mendapat semangat baru dalam menjalankan bisnis, dan satu hal terpenting: kita mempunyai lingkungan yang memiliki tujuan sama. Sesegar-segarnya apel kalau ada di tempat sampah pasti akan busuk. Artinya, jika ingin sukses, harus berada di lingkungan orang-orang sukses. Dan satu hal terpenting dari pertemuan, kita harus mengingatkan diri kita bahwa ini adalah bisnis duplikasi. Kita belum berhasil jika merekrut 100 orang langsung. Kita baru berhasil jika downline kita bisa menduplikasi diri kita merekrut orang. Apakah duplikasi sampai sekian level di bawah kita dapat berjalan tanpa pertemuan? Jika anda tidak hadir di pertemuan, begitu pula downline anda. Dan jika downline anda tidak hadir di pertemuan, dapatkah anda menjamin dia akan terus memiliki semangat untuk menjalankan bisnis ini? Buku-buku positif dianjurkan untuk dibaca, untuk mengubah pandangan, sikap, dan memberi wawasan baru yang diperlukan agar sukses.

Setelah menghadiri pertemuan dan membaca buku, pendidikan dilanjutkan secara fisik melalui tindakan. Dalam hal ini memprospek, melakukan kesalahan, belajar dari kesalahan dan menjadi lebih kuat secara mental, emosional dan spiritual. Setiap distributor tidak akan berhasil dalam bisnis ini sebelum dia dapat mengubah dirinya sendiri dari keempat aspek ini. Setelah dirinya berubah, dia harus menduplikasikan dirinya kepada downline-downlinenya, mengubah diri mereka. Begitulah cara kerja network marketing. Maka syarat seseorang berhasil di network marketing adalah:

1. Mau belajar dan mau mengajar

2. Mau menolong orang lain

3. Mau menolong dirinya sendiri.

Dari uraian di atas kiranya dapat diambil kesimpulan, yang dapat diperoleh dari bisnis network marketing tidak hanya uang, tapi bisnis ini juga ibarat training pengembangan diri. Sehingga tidak mengherankan jika seorang Robert Kiyosaki, pendidik dan investor yang tidak menjadi kaya dari bisnis network marketing, mengungkapkan bahwa orang-orang yang telah mencapai puncak dalam network marketing adalah orang-orang paling cerdas, paling bijaksana, dan paling bahagia yang pernah dia temui. Inilah pendidikan bisnis terbaik bagi orang-orang yang ingin menjadi sukses dengan mengajak orang lain menjadi sukses.

Untuk mendapat pemahaman yang lebih lengkap tentang bisnis network marketing, bacalah buku Business School, Robert T Kiyosaki, hasil tulisan yang sangat luar biasa, yang akan mengubah paradigma anda tentang bisnis network marketing. Sukses untuk kita semua!

|
This entry was posted on 23:19 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: